Ada apa dengan sampah

Posted by

Ada Apa dengan Sampah ?

Pendahuluan
Salah satu bencana yang sangat meriah di berbagai media saat ini adalah banjir. Seiring masuknya musim penghujan umumnya di wilayah Indonesia dan khususnya di Kota Makassar disebabkan oleh meningkatnya produksi sampah yang semakin hari semakin sulit untuk diatasi. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh ke lingkungan sekitar terkhusunya drainase yang tersumbat oleh sampah tersebut. Bagi masyarakat perkotaan, tumpukan sampah selalu menimbulkan masalah seperti pemandangan yang kurang baik bahkan dapat menyebabkan timbulnya berbagai resiko penyakit.

Sampah yang muncul di masyarakat dapat disebabkan oleh kemajuan dan perkembangan masyarakat sehingga menghasilkan lebih banyak sampah yang dihasilkan. Sampah yang dihasilkan di dominasi oleh sampah plastik dan sampah organik. Sampah yang di hasilkan ini semakin hari jumlahnya semakin meningkat. Jika permasalahan ini tidak teratasi dengan bijak dan berkelanjutan maka dapat mengakibatkan bumi ini akan tertutupi oleh timbunan sampah.

Sampah saat ini dapat menjadi lawan dapat pula menjadi teman bagi mereka yang membutuhkannya. Namun, kebanyakan dari masyarakat menjadikan sampah sebagai lawan karena kehadirannya sangat tidak di perlukan sehingga di buang dan di abaikan begitu pada sembarangan tempat. Akibatnya sampah tersebut akan memberikan balasan kepada tangan-tangan jahat yang mengabaikannya melalui bencana yang di timbulkan, penyakit yang dimunculkan dan lainnya yang dapat mengganggu kehidupan banyak orang.

Masyarakat yang minoritas minim yang menjadikan sampah tersebut sebagai teman tentunya akan memberikan perlakuan secara khusus. Perhatian khusus tersebut tentunya juga akan memberikan balasan positif terhaap perlakuan yang diberikannya. Misalnya masyarakat yang senantiasa tidak membuang sampah di sembarangan tempat tentunya dalam mendapatkan bencana ataupun penyakit sangat kecil. Contoh lain, bagi masyarakat yang memiliki kreativitas dalam memanfaatkan sampah tersebut akan memciptakan nuansa yang produktif lagi. Selain dapat menghasilkan kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis, mereka dapat pula menghasilkan kerindangan dan kesejukan melalui proses pengomposan terhadap sampah organik.

Perhatian Pemerintah setemapat tentunya sangat di nanti dalam menjadikan sampah tersebut sebagai teman. Hal ini akan memberikan banyak manfaat terhadap pemanfaatan sampah tersebut. Pada perkembangan masyarakat sekarang ini, tentunya pemerintah sudah mempersiapkan berbagai program kerja yang sasarannya adalah pemanfaatan sampah, namun ulah tangan-tangan handal masyarakat yang "seakan-akan acuh tak acuh " membuat program pemerintah hanya menjadi hiasan dinding yang pastinya akan menjadi sampah. Pemerintah sebaiknya jalan bersama dengan masyarakt dalam menangani hal ini karena manfaat yang di datangkan tentunya akan memberikan sebuah peruhaban terhadap lingkunganya.

Pengertian Sampah
Menurut defenisi World Health Organization (WHO), sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak di pakai, tidak disenangi atau sesuatu yang berasal dari kegiatan manusia dan tidaj terjadi dengan sendirinya. Menurut Undang-Undang tentang Pengelolaan Sampah Nomor 18 menyatakan samapah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan dari proses alam yang berbentuk padat. Jadi, sampah adalah zat-zat berbentuk padat yang sudah tidak berfungsi atau bahan yang tak berguna.

Pengelompokan Sampah
Sampah yang akan dikelola dengan memanfaatkan bakteri yang menguntungkan perlu dipilih dan dipisahkan. Pengelompokan jenis sampah tersebut adalah sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).
  1. Sampah Organik merupakan sampah yang berasal dari limbah tanaman, sisa kotoran hewan, dan kotaran manusia. Sampah organik ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Sampah organik basah adalah sampah organik yang mengandung air dalam sampah misalnya sampah sayuran, sampah buah-buahan. sampah organik kering seperti ranting, kardus dan lainnya.
  2. Sampah Anorganik merupakan sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup. Pada sampah anorgnaik sering digunakan proses pengelolaan sampah yang berupa teknik daur ulang (recycle). Prinsip daur ulang dalam proses pengelolaan sampah anorganik seperti logam dan plastik.
  3. Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan jenis sampah yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal ini berbahaya karena beberapa bahan mengandung merkuri yang tinggi seperti bekas kemasan cat semprot, baterai bekas, bahan insektisida dan bahan kimia lainnya. 
Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah ialah sampah dikerjakan sedemikian rupa hingga tidak membahayakan lingkungan makhluk hidup.
  • Pembuatan Pupuk.  Salah satu penyelesaian sampah didaerah perkotaan yang cukup banyak dan rumt ialah sampah dijadikan pupuk. Banyaknya sampah yang terjadi atas bermacam-macam zat organik dan zat anorganik, memerlukan sebuah pabrik untuk mengelolahnya atau dapat di kelola dengan skala rumah tangga.
  • Daur Ulang merupakan proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan untuk mencegah adanya sampah. Daur ulang akan menjadi salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatna pemilihan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk,.Pada prinsip daur ulang sangat erat kaitannya dengan hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Replace).
  • Pembakaran Sampah merupakan salah satu alternati yang dapat mengatasi penumpukan sampah yang berlebihan namun pada pembakaran sampah dapat menyebabkan polusi udara berupa asap, debu, dan partikel-partikel halus. Pembakaran sampah ada baiknya jika menggunakan tungku. 
Beberapa Petunjuk Tentang Sampah
  1. Jangan membuang sampah plastik sembarangan, usahakan di buang di tempat sampah yang telah ditentukan.
  2. Jangan membuang sampah ke sungai atau saluran air lainnya, dan jangan membiarkan sampah dapur berserakan dimana-mana.
  3. Jangan menyemprotkan sampah dengan DDT karena dapat memperhambat proses pembusukan dan dapat mencemari lingkungan
  4. Jangan membiarkan penutup sampah terbuka sehingga akan menimbulkan bau busuk dan menggangu lingkungan
  5. Pisahkan sampah-sampah keras atau padat dengan sampah dapur serta sampah plastik supaya mempermuda proses pembusukan.


Daftar Pustaka


Mulyono. 2014. Membuat MOL dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. PT AgroMedia Pustaka.Jakarta Selatan.

Saefuddin. 2013. Sampah dan Penanggulangannya.Titian Ilmu. Bandung.


R15 Updated at: 06.18

0 komentar:

Posting Komentar