WASPADAI PENYAKIT LINGKUNGAN

Posted by

Dewasa ini perubahan iklim benar-benar telah menyebabkan gangguan dan kerugian pada berbagai kelompok masyarakat. Kini akibat curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, produksi ikan menurun dan menimbulkan kerugian bagi para pengusahanya. Akibat curah hujan yang tinggi, suhu air waduk menjadi dingin dan nafsu makan ikan berkurang. Selain itu, banyak hama sawah di berbagai daerah mengalami kebanjiran dan diserang berbagai jenis hama wereng sehingga padi mengalami gagal panen. 

Tidak hanya itu, kita perlu mewaspadai berbagai penyakit menular. Hujan dapat memicu berjangkitnya berbagai penyakit lingkungan, seperti demam berdarah, chikungunya, dan kaki gajah. Dengan kian tak menentunya kondisi iklim global dan anomali cuaca lokal, kelompok msayarakat telah berupaya melakukan strategi adaptasi secara mandiri.

Seiring dengan pertambahan iklim seperti tingginya curah hujan, perlu diwaspadai ancaman ledakan penyakit menular. Penyakit menular tersebut diantaranya demam berdarah, chikungunya dan kaki gajah. Penyakit tersebut terutama ditularkan oleh vektor beberapa jenis nyamuk yang populasinya dapat dipengaruhi kondisi lingkungan seperti curah hujan yang tinggi dan sanitasi lingkungan dan sanitasi lingkungan yang buruk.

Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah dengue, misalnya bisa ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty. Penyakit chikungunya, yang biasanya menimbulkan pegal-pegal, ngilu bahkan sakit pada tulang. Penyakit ini disebabkan oleh virus alphavirus. Virus ini juga ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes  aegepty dan Aedes albopictus. Sejatinya virus tersebut dibawa nyamuk dari Afrika.

Sementara itu, penyakit kaki gajah yang dapat menimbulakn caat kaki bengkak dan menurunkan produktivitas penderita disebabkan oleh parasit cacing filaria yaitu Wucheria bransccorfi. Biasanya lingkungan kondusif bagi penyakit kaki gajah sangat terkait erat dengan genangan dan waduk buatan sebagai tempat berkembangbiak nyamuk pembawa penyakit tersebut.

Curah hujan yang tinggi, dampak dari perubahan ilkim dan perilaku buruk menusia terhadap lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan, berpotensi menimbulkan ledakan penyakit menular tersebut.  Sampah yang berserakan seperti ban, kaleng bekas dan gelas bekas bisa menjadi tempat genangan air dan pembiakan nyamuk pembawa penyakit menular.

Atas dasar itu, selama perilaku manusia terhadapa lingkungan masih burk, seperti membuang sampah sembarangan, jangan harap beberagai penyakit menular dapat dimusnahkan. Penggulangan penyakit menular tersebut dapat diupyakan dengan pemberdayaan modal sosial bagi masyarakat. 

Contoh mengelolah sampah bersama, menguras bak air, menjaga kebersihan lingkungan, serta giat menata pekarangan yng prolingkungan. Tanam-tanaman hias, termasuk yang beraroma khas untuk mengusir nyamuk misalnya bunga krisan Chrisanthenum sp. Beberapa tanaman obat dapat juga digunakan untuk mengatsi penyebaran penyakit menular tersebut seperti temu lawak Curcuma xanthorhiza dan panglay Zingiber cassumunar juga penting ditanam dipekarangan. Rimpang tanaman tersebut bermanfaat untuk membunuh larva nyamuk vektor demam berdaras, chikungunya, dan kaki gajah secara efektif dan tidak meracuni lingkungan.


R15 Updated at: 23.47

0 komentar:

Posting Komentar