SAMPAH BISA DITANGANI, TETAPI PICU KELUHAN WARGA
PT. Godang tua Jaya selaku pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantar Gerbang Bekasi menyatakan masih sanggup menangani lonjakan sampah dari DKI Jakarta yang jumlahnya sudah mencapai 6000 ton perharinya. Jumlah itu dua kali lipat dari target kontrak kerja sama antra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pt godang Tua Jaya.Sesuai kontrak kerja sama yang berlaku 15 tahun terhitung sejak tahun 2012 sampah yang dibuang ditargetkan turun menjadi 3000 ton perhari dan 2000 ton perhari sejak tahun kesembilan.
Selain resiko penimbunan dan pengelolaan yang lebih berat, penngkatan sampah juga berdampak pada keuangan DKI Jakarta. Setiap tahunnya, Ibu kota mengeluarkan ratusan miliyar rupiah untuk membayar biaya pengelolaan sampah dan biaya sosial warga sekitar TPST. Kepala Bidang Data dan Pengembangan Dinas Kebrsihan kota Bekasi menilai bahwa Jakarta perlu mengurang produksi sampah agar TPST Bantar Gebang tak overkapasitas sehingga berpotensi mengganngu warga sekitar.
Warga yang tinggal di sekitar TPST Bantar Gambang mengeluh dengan adanya bau menyengat yang semakin menjadi akibat semakin banyaknya sampah yang dibuang ke lokasi ini. Menurut Saunah, salah satu warga yang menetap pada kawasan ini mengatakan bahwa setiap keluarga yang tinggal di sekitar TPST Bantar Gebang mendapatkan kompensasi dari Pemprov DKI Jakarta sebesear Rp. 200.000 per tida bulan. Namun bagi Saunah, yang terpenting adalah sampah itu dapat diolah sehingga tidak menimbulkan bau menyengat.
Menurut Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat Marsigit melihat mendesaknya penyediaan tempat untuk pengelolaan sampah di tongkat kota. Sebab, pembuangan sampah ke Bantar Gabang tak ideal lagi. Meskipun demikian, tempat pengelolaan sampah kota ini membutuhkan lahan yang tidak sedikit yakni 2000 - 3000 meter persegi.Sementara menurut Kepala Seksi Pembinaan Usaha Kebersihan Dinas kebersihan DKI Jakarta Sena Saputra mengatakan bahwa bank sampah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalha sampah yang berlimpah di DKI Jakarta. saat ini, Ibukota baru memiliki 125 unit bank sampah.Idealnya bank sampah ada pada masing-masing rukun warga.

0 komentar:
Posting Komentar