Sampah merupakan sesuatu yang tidak digunakan lagi. Kebanyakan produk yang di hasilkan terutama di Indonesia akan menghasilkan sampah. Baik yang berupa sampah industri, sampah rumah tangga, serta berbagai jenis sampah lainnya. Kehadiran sampah di sekitar kita akan memberikan sebuah kesan yang jorok, kotor, bau dan berbagai kesan negatif lainnya.
Sampah tersebut berasal dari kesadaran dari masing-masing individu yang hanya mampu mengabaikannya pada sembarangan tempat. Jumlah sampah semakin harinya tentu akan semakin bertambah jumlahnya. Hal ini tentunya akan membutuhkan banyak ruang dan waktu untuk menampungnnya. Tumpukan sampah yang dihasilkan akan memberikan dampak berupa bencana seperti banjir, dampak berupa penyakit seperti diare dan berbagai dampak lainnya.
Kehadiran sampah di bagian hidup kita tentunya akan menjadi sebuah momok yang menimbulkan kesan buruk dan akan menciptakan suatu kebiasan buruk bagi masyarakat. Ketika masyarakat di sudutkan masalah sampah, mungkin yang akan terlintas dalam pikirannya berupa sesuatu yang akan d buang pada sembarangan tempat. Namun, paradigma sampah tersebut haruslah diubah karena kehadiran sampah yang berada di sekitar kita dapat juga memberikan kesan yang positif. Hal ini dapat terjadi jika masyarakat mampu mengolah dan mendaur ulang berbagai sampah yang telah dihasikannya. Jika cara yang sederhana ini belum juga dapat kita terapkan dalam pribadi masing-masing scara yang lainnya yaitu dengan membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan.
Kesan positif yang diberikan dari sampah tentunya tidak mampu dimaknai oleh banyak orang. Sampah yang tergolong dalam kategori sampah organik dapat dijadikan pupuk yang sangat berguna bagi pekarangan maupun pertanian kita. Sampah anorganik dapat didaur ulang kembali atau di jadikan sebagai kreativias yang tentunya akan memberikan banyak manfaat. Kebanyakan orang telah mengetahui kedua hal ini namun kebasaan yang sudah tertamam dengan membuang sampah pada sembarangan tempat tentunya akan menggugurkan semua teori yang telah ada sebelumnya.
Pola perilaku masyarakat yang masih membiasakan dirinya dalam membuang sampah pada tempat yang sembarangan harus di kurang setidaknya generasi selanjutnya dapat memberikan perubahan yang telah dicontoh dari para pendahulunya. Kebiasaan ini harus diawali dari keluarga sendiri dan ditanamkan pada anak-anak serta cucu kita. Kebiasaan yang diajarkan kepada anak dan cucu kita tsetidaknya akan memberikan bekal buat mereka ketika menggantikan posisi kita saat ini. Kesadaran terhadap kepedulian sampah akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik serta mampu menghilangkan kesan yang negatif.
Pemberian pembekalan kepada anak, tentunya akan membentuk pribadi mereka hingga kelak mereka menjadi dewasa nantinya. Pendidikan karekter atau watak kepada anak kita haruslah dimulai dari sekarang sebelum mereka tidak mempedulikan sampah. Pendidikan atau pengajaran yang diberikan kepadanya dilakukan secara bersama-sama karena mereka akan melihat serta mencontohkan apa yang telah dia amali dan tentunya akan tertanam dalam benak mereka.
Banyak cara yang mampu kita berikan kepada sang anak atau cucu kita. Salah satu di antaranya adalah membiasakan mereka untuk membuang sampah pada tempat yang telah ditetapkan. Jika hal ini sudah terbiasa tentunya akan muncul dalam benak anak. "Mengapa harus membuang sampah pada tempatnya ?". Hal ini tentunya memberikan motivasi kepada mereka akan pentingnya sampah itu untuk dikelola ataupun diperhatikan. Pertanyaan yang tersimpan dalam benak anak tentunya akan memacu semangat kita mengenai pengaplikasian sampah dalam pembuatan pupuk atau bahkan dama membeuat suatu kerajinan tangan yang berguna.
Kerajinan tangan yang dihasilkan atau dibuat akan memberikan kesan yang baik bagi anak karena mereka bisa manfaatkan sesuatu yang tidak bergunak menjadi sebuah koleksi yang memanfaatkan. Selain itu, manfaat lain yang kita dapatkan yaitu mampu menghemat pengeluarkan keuangan. Mampu menciptakan kebiasaan baru akan pentinya sebuah kebiasaan sejak dini sehingga mereka akan terbiasa ketika berada dalam posisi yang kita tempati.

0 komentar:
Posting Komentar