Sampah bisa dari hasil kegiatan alam atau kegiatan manusia. Asal sampah digolongkan berdasarkan sampah yang dihasilkan, diantaranya sebagai berikut :
1. Sampah dari makhluk hidup yang sudah mati
Di Hutan, bangkai binatang tidak menjadi sebuah persoalan. Tetapi pada perkotaan, bangkai tersebut harus segera dikubur karena akan mengganggu lingkungan di sekitanya karena bangkai itu akan menumbuhkan bau yang sangat menusuk hidung. Selain bangkai binatang, tumbuhan juga mengahasilkan sampah berupa dedaunan yang berjatuhan dan ranting yang roboh. Penggulangan sampah ini sukup dengan di jadikan pupuk kompos bersama dengan kotoran hewan ternak. Namun sampah daun yang berada di pemukiman perkotaan sangat sulit diatasi karena tingkat kesibukan masyarakatnya. Tetapi hal tersebut haruslah diperhatikan agar kebersihan kota tetap terjaga.
2. Sampah rumah tangga
Sampah rumah tangga dapat berupa sampah basah dan sampah kering. Sampah basah yang berasal dari daput berupa sisa-sisa makanan seperti tulang, sayuuran, daun, kulit buah dan lainnya. Sampah kering dapat berupa daun-daun bekas dari pohon, bekas pemotongan rumput, sampah kertas, kardus dan bahan-bahan plastik. Selain itu, banyak pula barang bekas yang mampu dihasilkan oleh rumah tangga. seperti kaleng bekas, botol pecahan gelas, serta pakaian bekas. Banyaknya sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga berlainan dan tidak tetap. Setiap rumah berkewajiban menyediakan sendiri tempat sampah yang ditempatkan didepan rumah atau dibelakang rumah. Tempat sampah tersebut di tempatkan pada tempat yang mudah dijangkau oleh petugas kebersihan. Tempat sampah yang dibuat dapat berupa susunan batu yang diplaster ataupun dari drum bekas. Tempat sampah yang dibuat sebaiknya memiliki penutup supaya hewan lain tidak mengganggu sampah tersebut.
3. Sampah dari kompleks perumahan
Ada kompleks perumahan yang berdiri sendiri sehingga masalah pembuangan sampah harus diusahakan sendiri. Salah satu caranyaadalah dengan jalan membuat tungku pembakaran sampah. Tungku tersebutadapat dibuat apabila lokasinya tersedia dan tidak akan mengganggu kawasan sekitarnya. Penanganan sampah ini dapat pula diserahkan pada pihak swasta.
4. Sampah dari pasar
pembuangan sampah dari pasar pada umumnya dilakukan oelh pemerintah daerah. Sekarang sudah banyak pasar yang berdiri sendiri berupa PD pasar. Penanganan sampah pasar lebih baik dilakukan oleh PD pasar tersebut. Setiap kios atau setiap dua sebuah tempat sampah dan setiap hari petugas sampah tersebut mengambil sampah tersebut. Sampah tersebut kemudian di tampung dalam sebuah bak penampung yang sementara. Sampah tersebut juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk atau kompos sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya. Biaya untuk menanggulanggi sampah itu diambil dari pedangan berupa pajak. Jika di kemudian hari terdapat sebuah masalah, maka PD pasarlah yang bertanggung jawab masalah tersebut.
5. Sampah dari kompleks industri
Industri, perusahaan atau pabrik mengelolah bahan baku menjadi bahan konsumen. Proses pengolahan itu akanmenghasilkan sampah. Pada umumnya industri berdiri sendiri sehingga masalah sampah tersebut harus diselesaikan sendiri. Oleh karena itu, setiap sampah yang dihasilkan mungkin banyak dan beranekaragam. Sampah yang membahayakan harus diolah atau diproses yang kemudian dibuang sete;ah tidak membahayakan lagi baik untuk lingkungan maupun makhluk hidup lainnya. Hal tersebut bisa berakibat fatal bagi yang memakan makanan tersebut. Segala bentuk pencemaran lingkungan dapat dihindari pada waktu merancang industri. Penyelesaian pembuangan sampah antara lain dengan jalan membangun sebuah tungku pembakaran sampah pabrik. Menyediakan truk untuk mengangkut sampah ke tempat penampung kemudian samapah diangkut tersebut harus diteliti dahulu apakah sudah tidak menggandung zat-zat yang membahayakan lingkungan.
6. Sampah dari kota.
Penanganan sampah di kota dilakukan oleh dinas kebersihan kota dari pemerintahan kota tersebut. Sampah kota berasal dari rumah tangga, pasar, atau daerah perdagangan, jalan- jalan, dan gedung gedung perkantoran dan sekolah-sekolah dan tempat lainnya. Setiap kota mempunyai cara tersendiri untuk menanggulangi sampah tersebut. Sampah kota merupakan salah satu masalah yang rumit bagi pemerintahan kota. Penanganannya memerlukan sistem pengaturan yang baik dan mengikutsertakan masyarakat dan pihak swasta untuk menanganinya secara bersamaan dan terapadu. Sampah-sampah yang yang diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat.Hal itu biasanya sering kita temukan untuk penanggulangan sampah di kota-kota besar di Indonesia. Penanggulangan seperti itu dilakukan kaena kekurangan fasilitas dan pengaturan yang belum sempurna. Selain itu, nelum semua pihak sadar untuk menangani masalah tersebut.
7. Sampah di pedesaan
Selain berasal dari rumah tangga, juga dari halaman pekarangan. Sampah pekarangan biasanya berupa sampah daun-daun yang berguguran. Penanggulangan sampah di pedesaan tidak serumit seperti di kota. Kita berusalah lebih tertib jangan membuang sampah di aliran sungai atau badan-badan jalan sehingga akan mengganggu lingkungan dan pencemaran air yang bisa berakibat fatal. Penyelesaian sampah dipedesaaan dapat berupa Pembakaran, pembuatan pupuk kommpos, serta pembuatan lubang untuk memananam pohon.

0 komentar:
Posting Komentar