Pupuk organik memiliki harga lebih murah , bahkan bisa tanpa biaya dengan membuat MOL dan kompos sendiri. sedangkan Pupuk kimia lebih mahal. Pembuatannya dilakukan pada industri menegah dan besar serta membutuhkan perizinan. Memiliki resiko kelangkaan dan pemalsuan pupuk.
Unsur hara kompos lengkap, baik unsur makro maupun unsur mikro. Jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pupuk kimia. Penggunaannya tidak mungkin overdosis atau salah pemupukan. Sedangkan unsur hara pada pupk kimia kurang lengkap dibandingkan dengan pupuk organik. Semakin banyak komposisi unsur hara pupuk kimia, semakin tinggi harganya..
Kandungan bahan organik dan mikroorganisme mampu memperbaiki struktur tanah. Bahkan mikroorganisme tetap bekerja saat pupuk diaplikasikan dilahan pertanian. Sedangkan pemberian pupuk kimia tidak memperbaiki struktur tanah. Bahkan contohnya lahan sering diberi pupuk urea akan berubahn menjadi asam. untuk mengembalikan pH tanah menjadi normal perlu perlakuan khusus.
Tanaman yang diberi pupuk organik memperbaiki daya tahan terhadpa serangan penyakit sedangkan tanaman yang diberi pupuk kimia kerap membuat tanaman rentan terhadap penyakit.
Residu pupuk organik memiliki efek positif. Selesai panen, sisa kompos yang tertinggal tetap dapat memperbaiki lahan pertanian. Pasalnya mikroorganisme tetap aktif dalam melakukan dekomposisi bahan organik. Residu pupuk kimia berdampak negatif pada lahan dan merusak mikroorganisme tanah. Pasalnya pupuk kimia lebih mudah menguap dan tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki kondisi lahan.
Penguunaan terhadap tanaman memerlukan jumlah yang besar sedangkan penggunaan pupuk kimia terhadap tanaman sangat kecil.

0 komentar:
Posting Komentar