KRISIS LINGKUNGAN dan KEARIFAN EKOLOGI
Sejalan dengan perkembangan zama yang pesat, kini terjadinya kecenderungan mengenai generasi muda yang sudah tidak lagi menggunakan bahasa indung karena pengaruh anak yang berasal dari hasil perkawinan dua suku yang berbeda pendidikan, pergaulan luas di kota, globalisasi ekonomi, penggunaan bahasa nasional dan internasional dan lainnya.
Konsekuensinya yang dapat dirasakan adalah terjadinya erosi pengetahuan lokal generasi muda mengenai lingkungan ataupun ekosistemnya terutama daerah asal mereka. Secara umum pengetahuan lingkungan tersebut mash dominan digunakan dan dikomunikasikan oleh generasi tua. Tidak mengherankan jika generasi muda kini cenderung miskin pen getahuan lingkungan atau ekosistem lokalnya. Hal tersebut telah berpengaruh pada lemahnya kemampuan mereka untuk mengelola lingkungan lokal secara tepat guna.
Seyogianya, erosi pengetahuan genrasi muda terhadap lingkungan atau ekosistem lokal tidak akan parah apabila pendidikan formal seperti sekolah atuapun perguruan tinggi mampu mentrasformasikan berbagai pengetahuan lokal dalam bahasa keseharian tersebut kedalam bahasa nasional (bahasa Indonesia), dan menjadi pengetahuan modern. Maka, pengetahuan modern tersebut dapat lebih menguatkan pengetahuan lokal yang tepat guna dan cukup baik serta teruji keandalanya dalam kurun waktu yang sangat lama.
Perkembangan zaman sekarang sangatlah berbeda dengan pengetahuan yang di dapatkan pada beberapa dekade silam. Berbagai pengetahuan tentang lingkungan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi cenderung banyak menggunakan bahan bacaan ataupun literatur dengan mengambil contoh dari bangasa barat (bangasa asing), konsekuensinya adalah pengetahuan generasi muda terhadap lingkungan atau ekosistem lokal termasuk tata cara pengelolaan yang tetap akan semakn berkurang.
Sementara itu, berbagai pengetahuan lokal dan kearifan ekologi masyarakat dalam mengelola lingkungannya banyak yang punah sejalan dengan banyaknya generasi tua yang meninggal dunia. Padahal generasi tua belum sepenuhnya mewariskan berbagai pengetauan dan kearifan ekologi pada keturunannya.Generasi berikutnya sudah tidak punya pengetahuan lagi untuk mempelajari dan menggunakan pengetahuan leluhurnya dengan berbagai kerumitan dan komplikasi dalam bahasa indung yang sarat dalam berbagai simbolisme.

0 komentar:
Posting Komentar