UNSUR HARA DARI DAPUR RUMAH TANGGA
Kegiatan seharian kita tentunya tidak terlepas dari aktivitas didapur. Dapur tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Mendengarkan kata dapur tentunya tidak telepas dari beberapa hal terutama masak-memasak. Pada kegiatan memasak ini memunculkan berbagai kreasi masakan dengan rasa yang berbeda akan memacu selera makan kita. Kegiatan ini mampu memberikan banyak kreativitas bagi banyak orang. Pada sisi lain, kegiatan ini menghasilkan sisa makanan yang tidak dimasak dan memimbulkan tumpukan yang dapat menimbulkan kembali perasaan yang tidak enak.
Nasi basi, buah-buahan busuk, sisa sayuran, keong, terasi dan lainnya menjadi senjata pekebun membuat nutrisi bagi tanaman sayuran. Tradisi yang telah lama terlupakan kini digali kembali. Tanah-tanah yang kurus akibat hamburan pupuk kimia dapat diperbaiki dengan ilmu nenek moyang. Pemakaian mikroorganisme lokal nanti ini dapat dibangkitkan kembali kepopulerannya di pelosok nusantara.
Sejumlah pekebun di berbagai daerah menghentikan pemakaian pupuk kimia secara total. Mereka beralih memakai nutrisi yang bahan bakunya terdapat di daerah sekitar. Sisa sampah rumah tangga yang berbentuk organik tidak dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk membuat MOL (Mikroorganisme Lokal). MOL dipakai untuk mengantikan penggunaan pupuk kimia yang telah lama digunakan oleh masyarakat.
Bahan baku MOL sangat beragam dan mudah didapatkan. Contohnya, keong, rebung, bongol pisang, nasi basi, buah-buahan busuk sayuran busuk dan lainnya. Pemakaian MOL dapat menghemat pengeluaran dalam hal penggunaan pupuk dan dapat meningkatkan hasil produksi. Hal yang unik dari nutrisi yang terkandung dalam MOL yakni jumlahnya sedikit, tetapi mikroorganisme yang terdapat didalamya dapat menciptakan nutrisi terus-menerus untuk tanaman melalui proses kompleks yang terdapat di alam.

0 komentar:
Posting Komentar